Demam Berdarah dan Chikungunya

Musim penghujan sudah tiba. Dan nyamuk2 mulai bekembang biak secara pesat. Kejadian Luar Biasa (KLB) pun semakin banyak ditemui di berbagai daerah. Penetapan KLB berdasarkan undang-undang Wabah no 4 tahun 1984 adalah apabila terjadi peningkatan angka insiden (Incidence Risk) dua kali atau lebih daripada periode sebelumnya.

Kalau bicara masalah nyamuk tentu Chikungunya dan Demam berdarah merupakan penyakit yang sampai saat ini ditakuti. Chikungunya dan Demam berdarah disebabkan oleh nyamuk yang sama, Aedes aegypti. Hanya saja virus yang dibawanya berbeda, dan Chikungunya tidak mematikan.
Mari kita kenali demam chikungunya serta demam berdarah lebih lanjut.

Chikungunya

Penyakit chikungunya disebabkan oleh sejenis virus yang disebut virus chikungunya.Virus Chikungunya ini masuk keluarga Togaviridae, genus alphavirus..

Gejala-Gejala Demam Chikungunya :

  1. Demam tinggi (39°C)
  2. Nyeri pada persendian (gejala khas demam chikungunya)
  3. Tidak nafsu makan
  4. Lemah
  5. Mual
  6. Sakit kepala
  7. Timbul ruam merah seperti pada gejala demam berdarah
  8. Fotophobia ringan

Penangganan demam chikungunya:

  1. Minum obat penurun demam (paracetamol)
  2. Melapor kepada petugas kesehatan yang terdekat jika panas tidak sembuh selama lebih dari 2 hari setelah pemberian obat
  3. Minum obat pengurang rasa sakit (aspirin)
  4. Jika menderita nyeri persendian yang hebat sebaiknya tidak bekerja terlalu keras terlebih dahulu karena dapat memperparah nyeri sendi tersebut
  5. Meningkatkan daya tahan tubuh, yaitu dengan cara : Mengkonsumsi makanan yang bergizi tinggi, minum sari buah-buahan segar, serta istirahat yang cukup

Demam Berdarah

Penyakit Demam Berdarah atau Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) ialah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Namun menurut kepala Puskesmas Kepanjen Malang, dokter Hadi dikatakan belakangan kasus DBD bahkan ditemukan di puncak gunung Semeru. Jadi dimanapun kita harus tetap waspada.
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya :

  1. demam secara tiba-tiba 2-7 hari, disertai sakit kepala berat,
  2. sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia)
  3. ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan – pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh.
  4. Pendarahan pada hidung dan gusi.
  5. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare

Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.

PENCEGAHAN

Kebanyakan dari masyarakat menganggap remeh program 3M (Mutup, Menguras, dan Menimbun) pemerintah. 3M sudah sering digembar-gemborkan pemerintah, namun tak kunjung diikuti oleh masyarakat, sehingga angka kejadian demam berdarah dan chikungunya tetaplah tinggi. Kalau ada kejadian baru bingung fogging, dll. Padahal perlu diketahui, Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa. Sedangkan jentik2 nyamuk, calon nyamuk dewasa tetap hidup bebas dikamar mandi. Seperti pengalaman PKL kami kemarin di Kepanjen, Malang, ada satu RT yang terkena demam chikungunya, dan satu RT kena semua tanpa terkecuali, baik anak-anak maupun dewasa. Dan mereka baru bingung setelah terjangkit chikungunya. Nasi sudah terlanjur jadi bubur. Sudah terkena baru bingung. Semoga hal tersebut dapat memberikan pelajaran, sehingga kita tidak seperti mereka.
Jadi, kunci utama pencegahan Demam Berdarah dan Chikungunya adalah 3M.

3M versi Baru

3M pemerintah lalu dikembangkan menjadi 3M Plus. Yaitu dengan melakukan beberapa plus seperti memelihara ikan pemakan jentik, menabur larvasida, menggunakan kelambu pada waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, menggunakan repellent, memasang obat nyamuk, memeriksa jentik berkala, dll sesuai dengan kondisi setempat.

Terkait adanya konferensi perubahan iklim di Bali, tampaknya 3M perlu diubah. Karena salah satu M nya adalah menimbun barang-barang yang dapat menyebabkan air tergenang seperti kaleng bekas, plastik, dll. Dan ini merupakan pencemaran lingkungan yang nyata. Karena barang-barang tersebut (plastik, dll) sulit terurai oleh tanah. Dan akan terurai setelah berpuluh-puluh tahun kemudian. Dan sudah sepatutnya pemerintah mulai merubah M yang ketiga
(mengubur), menjadi mendaur ulang atau bisa juga dengan merombeng
(menjual) barang-barang bekas.

Jadi 3M versi lain adalah :

  1. Menguras bak air 2 kali seminggu
  2. Menutup tempat penampungan air
  3. Menjual barang-barang bekas

Sedangkan Plusnya, bisa kita tambahi dengan memasang perangkap nyamuk

~ by palmeraxxi on November 6, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: